Kembangkan Inovasi Model Prediksi Kecelakaan untuk Mewujudkan Jalan Lebih Aman, Bambang Istiyanto Raih Gelar Doktor di Program Doktor Teknik Sipil Unissula

Berita, Kampus11 Views

Mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) Fakultas Teknik (FT) Unissula, Ir Bambang Istiyanto SSiT MT IPU mengembangkan model evaluasi keberhasilan program keselamatan jalan perkotaan berbasis Safety Performance Function (SPF) dan Crash Modification Factor (CMF) dengan pendekatan System Dynamics.

Ia mempresentasikan model yang dibuatnya dalam sidang terbuka disertasi di PDTS FT Unissula pada Sabtu (15/8/2026). Penelitiannya ini dipromotori Prof Ir H Pratikso MST PhD dan ko-promotor Ir Rachmat Mudiyono MT PhD.

Penelitiannya dilatarbelakangi tingginya persoalan keselamatan jalan. Data yang dipaparkan dalam penelitian menyebutkan sekitar 90 persen dari 1,19 juta kematian akibat kecelakaan lalu lintas dunia terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Di tingkat nasional, kecelakaan lalu lintas mencapai 139.258 kejadian per tahun dan menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia.

Didepan tim penguji yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Teknik Unissula, Dr Abdul Rochim ST MT Bambang Istiyanto memaparkan penelitiannya. Menurutnya metode SPF memiliki keterbatasan karena lebih bergantung pada data historis. Metode ini juga belum mampu menghitung perubahan pola kecelakaan ketika terdapat intervensi baru. Sementara itu, CMF belum sepenuhnya mampu memperhitungkan interaksi berbagai intervensi keselamatan secara dinamis.

Karena itu, penelitian mengintegrasikan SPF dan CMF ke dalam pendekatan System Dynamics. Pendekatan ini digunakan untuk membangun model yang dapat mensimulasikan prediksi kecelakaan sekaligus mengevaluasi dampak berbagai skenario kebijakan keselamatan jalan.

Penelitian dilakukan pada empat ruas jalan nasional yang teridentifikasi sebagai black spot di Kota Tegal. Keempatnya yaitu Jalan Lingkar Utara (Jalingkut), Jalan Kapten Piere Tendean, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Martoloyo. Total panjang ruas yang diteliti mencapai 5,36 kilometer.

Hasil penelitian menunjukkan karakteristik risiko yang berbeda pada setiap ruas. Martoloyo memiliki frekuensi kecelakaan tinggi yang berkaitan dengan volume lalu lintas. Kapten Piere Tendean memiliki tingkat keparahan yang tinggi dan dipengaruhi karakteristik geometrik jalan. Sementara Yos Sudarso dan Jalingkut menunjukkan pola kecelakaan yang lebih acak atau mengalami overdispersi.

Hasil SPF menunjukkan Martoloyo memiliki tingkat kecelakaan tertinggi. Nilainya meningkat dari 11,45 menjadi 14,06 kecelakaan per tahun. Jalingkut menunjukkan pertumbuhan paling cepat dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) 4,72 persen per tahun. Sementara Yos Sudarso memiliki tingkat kecelakaan terendah.

Dari sisi CMF, Kapten Piere Tendean memiliki nilai CMFcomb tertinggi dengan rata-rata 2,246. Artinya, tingkat risiko kecelakaan pada ruas tersebut sekitar 2,24 kali lebih tinggi dibandingkan baseline HSM. Kondisi tersebut terutama dipengaruhi karakteristik geometrik jalan dan tikungan.

Model kemudian digunakan untuk melakukan simulasi hingga 2030. Hasilnya menunjukkan jumlah kecelakaan jaringan diproyeksikan meningkat dari 27,21 kecelakaan per tahun pada 2020 menjadi 33,46 pada 2025 dan 40,29 pada 2030. Kenaikan kumulatif mencapai 48,1 persen.

Penelitian juga menguji tiga skenario kebijakan keselamatan. Skenario pertama berupa peningkatan minimal 10 persen pada program keselamatan. Skenario kedua menggunakan kombinasi peningkatan program pada tingkat menengah. Sementara skenario ketiga mengadopsi Safe System Approach dengan peningkatan pembatasan kecepatan yang lebih agresif hingga 30 persen.

Simulasi menunjukkan kebijakan keselamatan mampu menurunkan kecelakaan sebesar 15–26 persen antar ruas. Semakin tinggi intensitas intervensi, semakin besar potensi reduksi kecelakaan.

Model yang dikembangkan juga dinyatakan valid. Hasil validasi menunjukkan MAPE untuk SPF sebesar 0,01 persen, CMFcomb 4,75 persen dan hasil prediksi 2,59 persen. Seluruhnya berada di bawah 10 persen. Nilai Theil’s U sebesar 0,015 dengan Uncertainty Coefficient 95,9 persen menunjukkan model layak digunakan sebagai instrumen simulasi kebijakan.

Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi SPF dan CMF ke dalam System Dynamics berhasil menghasilkan model yang dapat digunakan untuk memprediksi kecelakaan dan mengevaluasi dampak perubahan kebijakan keselamatan jalan.

Model tersebut juga dapat menjadi alat bantu pengambilan keputusan yang adaptif. Penggunaannya dapat dilakukan dengan pembaruan data secara berkala. Penelitian merekomendasikan perluasan wilayah kajian, integrasi analisis persimpangan, penambahan variabel adaptasi perilaku serta pengembangan metode re-weighting CMF yang lebih sesuai dengan karakteristik jalan di Indonesia.

Penelitian ini memperkuat pemanfaatan pendekatan berbasis data dan pemodelan dinamis dalam perencanaan keselamatan jalan. Hasilnya diharapkan dapat mendukung pengambilan kebijakan keselamatan transportasi yang lebih terukur, adaptif dan berbasis bukti.

Ia berhasil lulus dalam ujian terbuka doktor, dan berhasil menyandang gelar doktor. Ia merupakan lulusan ke 64 di Program Doktor Teknik Sipil Unissula. Menempuh studi dalam waktu 3 tahun 6 bulan dengan IPK 3.95.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *