RSIGM Sultan Agung Dorong Transformasi Pelayanan Gigi dan Mulut melalui Kongres Nasional

Berita6 Views

Rumah Sakit Islam Gigi dan Mulut (RSIGM) Sultan Agung Semarang menjadi tuan rumah Kongres VIII Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) Tahun 2026. Kegiatan nasional tersebut mengangkat tema transformasi RS dengan unggulan pelayanan gigi dan mulut yang inovatif dan berdaya saing. Kongres berlangsung di MG Setos Semarang (24–26/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antar Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) di Indonesia.

Kongres VIII ARSGMPI diikuti oleh 37 RSGMP dari berbagai wilayah Indonesia. Jumlah peserta mencapai sekitar 80 orang. Peserta terdiri atas direktur rumah sakit, akademisi, dan pemangku kepentingan bidang kesehatan gigi dan mulut. Mereka membahas penguatan pelayanan, pendidikan, penelitian, dan tata kelola rumah sakit.

Pembukaan kongres diawali dengan penampilan Tari Gambang Semarang oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Penampilan tersebut menjadi bentuk sambutan Kota Semarang kepada seluruh peserta kongres. Kegiatan pembukaan berlangsung meriah dan penuh suasana kebersamaan. Acara ini memperlihatkan kekayaan budaya lokal dalam forum nasional bidang kesehatan.

Pembukaan resmi kongres dipimpin oleh Prof Dr drg Julita Hendrartini MKes AAK. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antar RSGMP di Indonesia. Kolaborasi diperlukan untuk menghadapi perkembangan regulasi kesehatan dan transformasi pelayanan rumah sakit. Penguatan mutu pendidikan dokter gigi juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan RSGMP.

Rangkaian kongres dilanjutkan dengan kegiatan ilmiah yang menghadirkan dua materi utama. Materi pertama bertajuk “Rumah Sakit dengan Unggulan Pelayanan Gigi dan Mulut: Kebijakan dan Regulasi tentang Perizinan Rumah Sakit (Termasuk Persetujuan Lingkungan)”. Materi tersebut disampaikan oleh Dr dr Beni Satria MKes SH MH FISQua. Ia menjelaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, aspek legal, dan lingkungan dalam pelayanan kesehatan.

Materi kedua bertema “Rumah Sakit dengan Unggulan Pelayanan Gigi dan Mulut: Sertifikasi Rumah Sakit Berbasis Kompetensi Layanan, KRIS, dan IDRG”. Materi tersebut disampaikan oleh Dr drg Edi Sumarwanto MM MHKes. Ia menjelaskan strategi peningkatan mutu layanan berbasis kompetensi. Peserta juga memperoleh wawasan mengenai kesiapan rumah sakit menghadapi perubahan sistem pelayanan nasional.

Diskusi ilmiah berlangsung aktif dan interaktif. Kegiatan tersebut dipandu oleh Dr drg Kusuma Arbianti MM FISQua. Para peserta menyampaikan berbagai pengalaman dan tantangan pengelolaan RSGMP. Forum ini menjadi ruang berbagi solusi untuk pengembangan rumah sakit pendidikan di Indonesia.

Pada malam hari, Kongres VIII ARSGMPI juga menggelar agenda pemilihan Ketua ARSGMPI periode 2026–2029. Sidang kongres dipimpin oleh Prof drg Mei Syafriadi MDSc PhD SpPMM. Proses pemilihan berlangsung demokratis, tertib, dan kondusif. Hasil musyawarah menetapkan Dr drg Andi Tajrin MKes SpBMM SubspCOM(K) sebagai Ketua ARSGMPI periode 2026–2029.

Peserta kongres memberikan apresiasi atas terpilihnya ketua baru ARSGMPI. Mereka berharap kepemimpinan baru mampu membawa organisasi semakin maju. ARSGMPI diharapkan terus berkontribusi dalam pengembangan RSGMP di Indonesia. Sinergi antar rumah sakit pendidikan menjadi kunci peningkatan kualitas layanan kesehatan gigi dan mulut.

Keberhasilan penyelenggaraan Kongres VIII ARSGMPI menjadi kebanggaan bagi RSIGM Sultan Agung. Kepercayaan sebagai tuan rumah menunjukkan komitmen RSIGM Sultan Agung dalam pengembangan layanan kesehatan gigi dan mulut. RSIGM Sultan Agung juga terus memperkuat perannya dalam pendidikan profesi dokter gigi dan penelitian. Melalui kegiatan ini, RSIGM Sultan Agung menegaskan kontribusinya dalam mendorong transformasi pelayanan gigi dan mulut yang unggul serta berdaya saing.